Halaman

Minggu, 24 Juni 2012

Kami Bisa, Kami PASTI Bisa!


Bismillah..
Assalamualaikum wr.wb..

Percakapan di Bus gratis Pekan Raya Jakarta menuju Monas siang tadi sukses membuat otak ini nggak mau merilekskan mata dan tidur..

Errr… dimulai dengan keinginan untuk merefresh jiwa, hari ini geng KP Bogor-Cibodas bersatu menuju Pekan Raya Jakarta .  Kami ber 10 (Aku, Alyssa, Sri, Ellis, Jeane, Dessaeda, Agnes, Indra, Udin dan Pak Kahim Teguh) membolang dari Bogor ke Jakarta naik kereta bagus (jika dibandingkan dengan KRD Ekonomi Cimahi-Bandung) :D

Aku datang ke stasiun dengan mata yang (katanya) sembab , jadi dikira belum mandi #enak aja . Untuk menjelaskannya (bahwa aku udah mandi) cerita itu keluar dari mulutku yang memang sedang butuh didengarkan.

Sambil duduk di lantai bus (ini bus kursinya beneran cuma setengah, setengahnya lagi raib dimakan tikus #ngarang) Kahim NYMPHAEA yang beneran Kahim itu, sepertinya melihat gelagat menyerah dari ceritaku. Dimodali dengan kertas promosi CS* BlueB*** yang ada tanda tangan Agnes Monikanya (cuma fotokopian) dan pinsil Fa**r Cas***pinjaman dari Udin, Pak Kahim mulai beraksi…

Sret sret sret.. (ceritanya dia lagi menuliskan sesuatu diatas kertas)

lalu dia mulai bercerita, kurang lebih begini :

Nis, waktu itu aku pernah mendapatkan sebuah inspirasi dari seorang Kakak kita, anak Fisika 90. Beliau terlibat sebagai konseptor Indonesia Mengajar. Ketika itu mereka melakukan semacam kajian untuk membaca pola kepemimpinan Bangsa Indonesia sejak zaman kerajaan hingga yang akan terjadi di masa depan.

Pada mulanya, Indonesia merupakan negara kepulauan yang wilah pemerintahannya terbagi-bagi berdasarkan wilayah kerajaan. Pemimpin yang menentukan kebijakan dalam menjalankan sistem pemerintahan pada saat itu adalah Raja dan orang-orang terdekatnya.

Namun, masa itu berlalu ketika penjajah mulai berdatangan ke Indonesia. Kepemimpinan jatuh pada kaum bangsawan. Bangsawan pribumi memiliki derajat yang cukup untuk diberikan pelayanan yang sama dengan kaum penjajah.

Setelah Belanda datang dan mulai mengenalkan budaya bersekolah, muncul sosok-sosok pribumi yang berpendidikan sebut saja Budi Utomo. Dengan kelebihan yang mereka miliki, kepercayaan sebagai seorang pemimpin ketika itu diamanahkan pada mereka. Meskipun sebagian dari mereka adalah bangsawan, trend kepemimpinan saat itu mulai dipegang oleh orang-orang yang berpendidikan.

Para pendahulu yang sempat menikmati manfaat dari bersekolah menyadari bahwa rakyat pribumi harus cerdas. Maka muncullah sekolah-sekolah pribumi sehingga makin banyak tercetak manusia berpendidikan, meskipun saat itu mereka masih harus bergerilya untuk bersekolah. Trend ini terus berlanjut hingga Indonesia merdeka, hingga Soekarno, hingga negeri ini masuk ke dalam babak baru : Revolusi.

Ya, tau kan.. Pada masa revolusi, dibutuhkan pemimpin yang kuat baik secara fisik, mental maupun jiwanya. Soekarno kemudian digantikan oleh seorang pemimpin yang memenuhi kriteria tersebut yaitu Soeharto. Dan pada masa itu, kepemimpinan berada di bawah kekuasaan kaum militer.

Lama berada di singgasana, membuat seorang bisa lupa diri. Kali ini rakyat Indonesia bukan lagi manusia-manusia pekerja fisik. Sebagian besar merupakan kaum terdidik. Ketidakadilan yang disadari dihadapi dengan perlawanan. Indonesia masuk dalam babak baru : Reformasi. Kala itu, kepemimpinan berada dibawah tangan kaum aktivis yang sebagian besar juga berpendidikan. Sebut saja Amien Rais.

Sebagian orang, termasuk aku (Pak Kahim) mengira bahwa masa bagi para aktivis untuk memimpin Indonesia masih berlangsung hingga saat ini dan akan terus berlangsung di masa depan nanti. Tapi ternyata dugaanku tidak sepenuhnya benar… dan itu membuatku cukup galau #aseek

Jika diperhatikan baik-baik, sepertinya Indonesia akan memasuki babak baru. Artinya, masa bagi para aktivis mungkin akan segera usai..

Berdasarkan analisa kondisi, ada dua golongan calon pemegang kepemimpinan Indonesia di masa mendatang : para profesional daaaan ….
#jengjengjengjeeeng

Entrepreneur!

Ya, entrepreneurship merupakan hal yang gencar di kembangkan di Indonesia saat ini. Sosok-sosok entrepreneur besar lebih dikenal dan memberikan pengaruh yang cukup besar di masyarakat. Tidak sedikit dari mereka yang kini mulai bermain di arena politik…. atau dibalik, tidak sedikit dari orang politik yang juga merupakan entrepreneur besar seperti Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie dan Surya Paloh.

Untuk itu, jika kita ingin menjadi bagian dari kepemimpinan Indonesia di masa mendatang, jadilah salah satu diantara kedua golongan diatas : professional atau entrepreneur.

Belum saatnya kamu menyerah untuk jadi entrepreneur, apalagi Cuma gara-gara Symbion… Kamu bisa memulai lagi di Al Hayaat ini :D

Jakarta sore itu (di stasiun menunggu kereta) Monas tersenyum menatap matahari malu-malu


* * * Selesai * * *

Asik ya Kahim kita, nggak salah pilih orang memang , hahahaha :p





Ini sengaja ku share atas izin Pak Kahim, karena insyaallah ada manfaat yang bisa kita (terutama aku) ambil dibalik obrolan itu. Apalagi bagi taman-teman yang berminat jadi entrepreneur, profesional atau yang lagi galau sekalipun :p

Tapi sebenernya ada pesan yang ingin kusampaikan...

Belum lama ini aku pernah diamanahi sebagai kadiv funraising Symbion. Dan aku merasa bener-bener failed sampai akhirnya jadi trauma sendiri untuk meng-handle segala sesuatu mengenai per-fundraisingan, per-danusan dan pencarian uang sampai sekarang, sampai detik ini. 

Lebay memang, tapi begitulah adanya, karena aku telah mengorbankan beberapa amanahkku yang lain demi Symbion tapi hasilnya jaaaaaaaaaaaauuuh dari memuaskan! 

Ya… itu sih karena kelemahanku sendiri.

Ketika diberikan amanah sebagai sekdep Al Hayaat, ternyata kondisinya nggak jauh beda dengan Symbion, mulai dari sumberdaya manusia yang terbatas (klasik!), kurangnya komitmen dalam menjalankan proker, timeline yang sering terabaikan, koordinasi yang tidak baik…

Hingga sampai setengah masa kepengurusan, keuangan belum menghasilkan uang sepeserpun!

Demi Allah! ini rasanya jauh lebih sakit dibandingkan Symbion. Dan akan lebih sakit lagi jika sampai akhir kepengurusan nanti, amanah yang ada masih belum bisa diusahakan dengan maksimal… (maaf bawa-bawa perasaan pribadi)

Salah satu kesalahan fatal yang pernah aku lakukan selama Symbion adalah kurangnya koordinasi dan update kondisi ke massa himpunan. Tapi kali ini, kami (terutama aku) nggak akan terjerumus ke lubang yang sama. 

Meskipun sebenernya udah agak terlambat…

Departemen Keuangan Al Hayaat memohon bantuan teman-teman Al Hayaat semuanya dalam menjalankan proker keuangan baik sebagai team danus ataupun koordinator penanggungjawab Inpak angkatan.

Insyaallah inpak akan mulai diedarkan mulai awal semester ganjil 2012 :)
Dan event yang akan datang adalah Pendaftaran Ulang ITB jalur SNMPTN (pertengahan Juli), disana dibutuhkan massa danus dalam jumlah yang cukup besar.

Bagi teman-teman yang berniat membantu, silahkan komentar no hp dan alamat email. 

Berhubung sebagian besar angkatan 2009 sedang KP, mungkin timeline dan rincian teknis proker akan dikirim via email segera setelah fix.

Terimakasih banyak ya :)
Kami percaya bahwa Al Hayaat adalah satu kesatuan hidup yang utuh, insyaallah..
Semogga Allah mempermudah langkah teman-teman dan semoga Allah membalas kebaikan teman-teman dengan sebaik-baiknya balasan.. :)

"Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka tidak sedikitpun dirugikan (dizalimi)" Qs Al An'am ayat 160.


Wassalamualaikum wr.wb
Salam hangat, Departemen Keuangan Al Hayaat :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar