Halaman

Senin, 14 November 2016

Untuk Kakak #1

Seperti Ayahmu yang kehadirannya tak pernah Bunda duga namun selalu diharapkan,

dalam banyak do'a-do'a panjang, yang rupanya Ia kabulkan sekaligus dalam satu tahun masehi ini.

Kalian adalah anugerah sekaligus cobaan, yang menguji timbangan kufur dan syukur dalam hati Bunda.

Keberadaanmu mengajarkan Bunda arti sabar, sayang dan cinta.

Tak pernah Bunda mengira, bahwa foto Ayahmu dan rekaman suaranya --iya, Ayahmu, laki-laki yang namanya baru saja Bunda kenal tak lama sebelum dirimu ada-- adalah obat paling mujarab saat Bunda demam, lemas, atau tak bisa berbicara karena harus mengatur nafas agar tidak memuntahkan makanan yang baru saja Bunda makan.

Terimakasih Kakak atas kehidupanmu di rahim Bunda, terimakasih sudah tumbuh dan berkembang dengan sehat :)



   2016.11.09 - 18:53

Tidak ada komentar:

Posting Komentar